semester pendek (sp) fakultas ekonomi universitas sriwijaya ditiadakan!
wuih kali ini panjang bener judul postingan saya. ini gara-gara semester pendek kuliah saya yakni universitas sriwijaya fakultas ekonomi ditiadakan. kenapa bisa begitu, ini dia ceritanya!!
semuanya bermula dengan kenaikan biasa semester pendek fakultas ekonomi univeristas srriwijaya yang setiap satu sks-nya naik hampir 100% lebih, dari yang kemaren 35 ribu menjadi 60 ribu rupiah. saya tidak tau juga kenapa fakultas ekonomi universitas sriwijaya melakukan kebijakan yang membuat resah para mahasiswa universitas sriwijaya khususnya mahasiswa fakultas ekonomi. namanya aja anak ekonomi kalo udah berhubungan dengan uang tentunya bakal terpancing pergerakkannya.
untuk mengagalkan kenaikan ini atau setidaknya tidak sampai sebesar itu kenaikannya para mahasiswa melakukan perundingan atau melakukan diplomasi kepada para pihak yang berwenang atas terjadinya kenaikan biasa sp ini dan juga dosen-dosen yang ada. dan hasilnya adalah biaya semester pendek tetap tidak bisa diganggu gugat. dengan begitu ada beberpa mahasiswa meradang dan membuat ulah yang tidak semestinya dilakukan yakni dengan cara membuat spanduk besar yang disana bertuliskan hinaan kepada pihak dekanat dan dosen-dosen yang ada. yang meradang kini berbalik pihak dekanat dan dosen2 fakultas ekonomi universitas sriwijaya, mereka sepakat untuk meniadakan semester pendek. dengan begitu kesempatan untuk para mahasiswa fakultas ekonomi agar bisa cepat dan memperbaiki nilai mereka menjadi terhambat.
karena beberapa mahasiswa yang tidak berfikir panjang, semua mahasiswa fakultas ekonomi terkena dampaknya semua. saya sebenarnya memang tidak setuju dengan kenaikan biaya sp yang sangat tinggi itu, dan sangat mendukung setiap usaha yang baik untuk mengusahakan biaya sp itu turun atau tidak naik sama sekali, namun kalau sudah begini saya hanya bisa berusaha dan memikirkan, 2 bulan libur saya mau kerja apa yah…
cheers!





Wah, ga bisa perbaikan nilai dong, huahahhaa
Reply
Posted by Raffaell on June 10th, 2009 2:44 pm
Siapo nian sich yang buat macem ini?? Dari layo kan?? dari Bukit dak katek kann?? Ngapo2 kami jg keno getahnyo?? emang kami ni salah apo? melok2 protes jg idak! galak ngerugike wong banyak tu kan! EGOIS! Siapo nian sich buat gawe?? men dak katek SP kusumpai nian budak2 yang ngato2 dosen tu! aku ni cuman nak ngambek 3 lg! nak nyusun aku ni!
Reply
admin Reply:
June 11th, 2009 at 6:47 pm
bener, emang dari anak reguler semuanya berasal!
anak extens. tentunya akan sangat santai walaupun biaya sp 100 ribu sekalipun.
saya rasa memang sangat pantas kalau mahasiswa reguler protes akan kenaikan tersebut…tapi ada beberapa mahasiswa memang yang tidak berfikir jernih dengan melakukan tindakan yang merugikan banyak orang.
untuk informasi, sp ini masih diperjuangkan oleh mahasiswa-masiswa ekonomi reguler dengan mendangi rektor, semoga bisa diperjuangkan!
hidup mahasiswa!
Reply
Posted by Shirosama on June 10th, 2009 3:56 pm
Aiii babi nian SP dak dibuka! Lantak siapooo lah ini?? Men dak galak bayar SP tu sudah ooo! Skolah tu dak gratis mek ini hari! nak jadi budak SD apo skolah gratis?? mentang2 budak ekonomi nak murah?? Tek lokaknyo laahhhh
Galak dak mikir ee?? Pinter niaann budak yang ngato2 tu. Ke laut be kau! B*Bi!
Reply
admin Reply:
June 11th, 2009 at 6:40 pm
santai aja donk…
semuanya ndak bakal berubah kalo kamu cuma ngumpat-ngumpat disini!
Reply
Shirosama Reply:
June 15th, 2009 at 6:16 pm
Bukan masalah ngumpatnya bro… Saia cuman mau menjernihkan pikiran doang koqqq.. emang ga ada gunaa buat orang laen.. Tp saia puas aj ngmg gitu.. eheh!
Reply
Posted by yudistira on June 10th, 2009 4:04 pm
Ini jugo gara-gara kamu budak layo (yang ngeraso ngatoi be)…
Jng pke ngato-ngatoi dosen, kalo nak protes SP sewajarnyo be…
kami ni jg keno tau dak, kamu (budak yg ngtoi be) yg buat padahal…
MIKIR MAkonyoooooooooooooooooo (bdk yg ngatoi be)!!!!!!!!!!
Tanggung JAWAB OIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIi…
Jangan Balek DOSON Dulu kamu (yg ngeraso ngatoi) tu… Urusi dl perbuatan kamu tu… PACAK MUDIK BE…!!!!
Reply
admin Reply:
June 11th, 2009 at 6:48 pm
semuanya masih diperjuangkan…
anda cukup santai aja dirumah dan online sepuasnya!
Reply
Posted by Extension on June 10th, 2009 8:06 pm
bagaimana mau membangun bangsa kalau mental dunia pendidikan seperti mental teroris begini … tidak semudah itu untuk mengatakan biaya perkuliahan itu murah atau mahal … yang menentukan kebijakan harus mempertimbangkan kemampuan mahasiswa … dan mahasiswa harus mempertimbangkan biaya operasional pendidikan …
kenapa negara kita dikatakan banyak orang bodohnya? bukan dikarenakan cara berpikir atau jenjang pendidikannya rendah … melainkan dikarenakan orang-orang pintar berpendidikan tinggi di negara ini mau saja digaji setara dengan upah buruh bangunan … berapa gaji dosen dan guru? sama saja denga upah buruh … malahan banyak yang lebih rendah …
sekarang, perhatikan … berapa biaya belajar anak-anak sekolah dasar? sekali datang dihitung 50 - 100 ribu … artinya sebulan 150 - 300 ribu … setahun dapat mencapai 3,6 juta … lalu berapa biaya perkuiahan yang tingkatan ilmunya jauh di atasnya dalam setahun? …
makanya para pendidik di negara ini lari semua ke negeri orang … mengajar anak-anak dan masyarakat di sana … negara orang lain jadi maju dunia pendidikannya karena orang kita … ironis …
btw, harusnya pihak mahasiswa dan perguruan tinggi dapat berpikir jernih dan hati damai … bicara bukan sekedar di mulut, tetapi hati nurani juga harus dipahami …
soal kuliah semester pendek … apa tujuan diadakannya? mempercepat mahasiswa lulus? atau hanya untuk menambah pemasukan? apakah belajar pada perkuliahan semester pendek dapat disetarakan dengan yang reguler?
bukan cerita basi lagi kalau banyak yang sudah tahu kalau ikut perkulihan semester pendek itu untuk mendongkrak nilai …
yah kepanjangan … hahaha … maaf nih Ren … kebiasaan … dah ah …
komen saya jangan terlalu dimasukkan di hati … sekedar pendapat dan opini saja …
Reply
admin Reply:
June 11th, 2009 at 6:54 pm
bener juga apa yang dikatakan oleh pak ardi,
tapi buat anak reguler (unsri inderalaya) biaya seperti itu memang sangat tinggi pak..!
*menghilanga!
Reply
Posted by nomercy on June 10th, 2009 9:28 pm
Munafik… kamu jugo pengen kan SP???
sapo yang dak galak lulus cepet…
Reply
admin Reply:
June 11th, 2009 at 6:56 pm
siapa yang munafik??!!
kami hanya ingin biayanya berkurang atau tidak naik sama sekali!
Reply
Posted by Extension on June 10th, 2009 11:01 pm
Sudah2laa. Daripada diributin dwit SP, Yang mau SP ya SP. Bayar.. Yang ga mau SP, ga setuju ma bayarannya, ya ga usah.. Kan ga ganggu orang jadinya. Hak orang woi mau SP. Guna SP Pasti mempercepat lah! ajang benerin nilai jg. byk keuntunganny daripada bayar 1 smester? kita butuhny 3 pelajaran! lebih makan biaya kaann???
Klo dah kyk gini situasinya kan ganggu orang2 ga bersalah.. ngmg pinter ga jamin masalah bisa slesai! ga ush di selesaiin pake teori deh.. Kita liat aj yang mana yang salah. Gw stuju ma yang ngomen di atas. Smuany jg perlu lulus cepet. Ga usah munafik lahh. Kami yang “biasa-biasa saja” inilah yang jadi korban. Bukan “manusia super” kayak kalian yang ga butuh SP lg!
itu aj deh komen dari gw,, Gw kecewa bener ma orang2 yang egois gini..
Reply
Posted by Shinjie 108 on June 10th, 2009 11:07 pm
anjinnnnnnnnnnnnnnnnng galoooooooooooooooooooo!!!!
banyak bacot,awak nak sp galo
\buyannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
Reply
Posted by wong intlek on June 10th, 2009 11:09 pm
Orang kita nih kebanyakan mikirnya duit melulu n yang lain belakangan
Reply
Posted by Rachmad on June 11th, 2009 8:32 am
Jangan ngaku-ngaku jadi orang yang ga mampu!!!! Ntar jadi orang ga mampu beneran…
Knapa y anak2 layo itu selalu ngaku ga mapu??? Perasaan kemaren bnyk kok bw laptop ke indralaya smbil maen GAME???
Reply
admin Reply:
June 12th, 2009 at 6:04 pm
bukan….kami bukan orang yang nggak mampu, kalo nggak mampu kami nggak bakal bisa perki ke indralaya satu minggu sampai 5 kali!
kami hanya memperjuangakn hak kami!
Reply
Posted by Kontra_Layo on June 12th, 2009 1:09 pm
sebentar2,….jgn ribut dulu
kl mnurut saya mestinya kita intropeksi diri dulu lah….
siapa penyebab masalah ini?
siapa yg msti bertanggung jawab?
seharusnya dari pertanyaan saya td sudah jelas,siapa yg melakukan dan yg harus bertanggung jawab atas masalah ini….
sekarang yang mesti dilakukan org yg membuat masalah ini,scr sportif mengakui kesalahan mreka,jgn seperti anak ayam yg selalu berlindung dibawah sayap induknya!
maju lah siapa yg bersalah,dan akui kesalahan didepan orang yg anda sakiti!!!
itu baru orang yg punya HARGA DIRI!!!!
Reply
Posted by Orang on June 15th, 2009 6:26 pm
jaman sekarang emang nggak ada lagi sebutan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” yg ada hanya komersialisasi pendidikan
Reply
Posted by rudy on August 26th, 2009 6:02 am